Tentang Sudut Pandang (POV)
Arikel ini menjelaskan tentang bahaya seseorang dengan POINT OF VIEW yang sempit + real case nya.
Aku bahas sesuai judul saja ya, kalau aku bahas semua tidak ada habisnya. Aku kenal dan akrab dengan Bunda Marga sejak tahun 2021 akhir wkwkwk
Btw dimaklumi kalau gaya penulisanku kaku, karena visitor web atau blog ini banyak juga dari luar Indonesia, kalau terlalu santai bisa berantakan saat mereka translate.
OK lanjut..
Kemarin itu aku telat join live sih. Aku join sudah ada yang ngomal (kolaborasi massal) TikTok. Baru tahu ya kalau komal itu singkatan dari kolaborasi massal, aku juga barusan cek google (baru tahu) wkwkwk..
OK focus on the topic
Sesuai deskripsi akun (sound healing), Bunda Marga live sambil pukul-pukul bowl wkwkwk. Nah yang naik komal itu, dia bilang sedang amar ma'ruf nahi munkar wkwkwk. Jadi dia bilang kalau yang sedang dilakukan Bunda itu sesat. Iya lucu sekali, aku nulis sambil ketawa ini wkwkwk. Dia juga bilang "masa pake hijab pukul-pukul bowl sambil menerangkan yang dilakukan itu bisa buat healing" wkwkwk. Kan mamak ini bukan Ustazah ya, wajar kan ya kalau tidak menjelaskan Quran atau Hadist. Kenapa aktifitas live-nya di hubungkan sama hijab wkwkwk..
Kita bahas pelan-pelan sesuai yang aku tahu:
Pertama mengingatkan di depan umum itu sama saja menghina. Jadi tindakannya tidak beradab. Kemudian soal menyesatkan. Yang aku tahu itu hak Tuhan, manusia tidak punya hak untuk menyesatkan atau menghukumi sesat. Terus soal pukul-pukul bowl wkwkwk. Itukan ilmah sekali, sangat scientific. Ketik saja di pencarian google atau SOSMED, banyak sekali yang membahasnya.
Seperti judul.. action seseorang itu sesuai dengan POV yang dia miliki. Semakin punya banyak POV, akan semakin memaklumi atau tidak mudah menjudge orang lain. Iya bahaya sekali kalau POV-nya sempit. Bukan hanya kurang bisa ber-empati (suka menyalahkan), efek POV yang sempit berdampak langsung dalam pengambilan keputusan, merasa diri paling benar, menghambat pertumbuhan (kedewasaan), dan yang paling buruk mudah dimanipulasi.
Kok mudah di manipulasi..?. iya Orang dengan POV yang sempit lebih mudah dipicu emosinya. Karena mereka hanya melihat secara hitam-putih, mereka mudah diadu domba oleh disinformasi atau propaganda yang menyasar ketakutan atau kebencian terhadap pihak lain (selain dirinya).
Kemarin itu sebagian besar follower Bunda Marga tidak terima wkwkwk. Salah satunya meminta aku naik komal untuk bersuara wkwkwk. Yang punya room saja santai, kenapa aku harus buang-buang energy meladeni wkwkwk..
Semoga ada pelajaran yang bisa di ambil,
Terimakasih sudah membaca tulisanku 🥰🥰🥰

