maybe you need it >> click here

TUHAN Sayang Kamu?, Kayaknya Enggak..!!!

Tulisanku ini buat yang usianya sudah banyak (tua), tapi beramal masih kepikiran pahala atau surga.

OK langsung saja!

Seorang anak 9 bulan dikandung oleh ibunya, kemudian dilahirkan dan di besarkan dengan penuh rasa cinta (karena memang darah dagingnya). 

Setelah dewasa, sang ibu bilang, "nak, kalau kamarmu berantakan jangan lupa rapikan".
*demi kebaikan si anak*

Anak yang sudah dewasa ini ingat perkataan ibunya, tapi dia berpikir (berkata dalam hati), "kalau aku rapikan kamarku ini, aku dapat uang berapa?".

Paham kan sekarang..

Judul artikel ini terkesan ngawur, tapi itulah gambaran seorang hamba yang tidak tahu diri. Yang kalau melaksanakan amalan hitung-hitungan pahala, mikir kalau aku lakukan ini aku masuk surga tingkatan ini.

Jadi judul itu cuma sindiran. Biar paham, apakah kamu sudah cinta Tuhanmu atau belum. 

Sadar kan sekarang..

Aku harap setelah baca ini kalian tidak lagi melakukan amalan karna itung-itungan pahala atau karena surga.

Ingat usiamu sudah banyak (tua). Tuhan sangat sayang dan cinta kamu, masa kamu mau itung-itungan..? 

Kalau beneran cinta Tuhan, seseorang itu akan melakukan amalan karena cinta. Dengan kata lain, saat seseorang melakukan amalan masih itung-itungan pahala atau surga, fix dia belum mencintai Tuhannya!!!. 

Yang aku tahu..

Seseorang yang sudah cinta Tuhan itu malas hadir di pengajian yang penceramahnya menyampaikan amalan dengan iming-iming pahala atau surga. Dia lebih suka mendengar orang biasa tapi yang keluar dari lisannya membuat dia lebih mencintai Tuhannya (tidak bahas imbalan/pahala/surga).

Pertanyannya adalah, apakah berceramah menyampaikan amalan dengan iming-iming pahala atau surga itu salah?. ya enggak.., karena anak kecil kalau tidak diberi motifasi (imbalan/pahala/surga) mana mau beramal.


Note:

Sampaikan ke orang tua, anak, saudara, teman biar naik kelas (lebih dewasa).